Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Inilah Rupa dan Jenis Jahiliyah Yang harus Dihindari dalam Al-Qur’an

sieradmu.com Klaten –  Pengajian Tarjih yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) Majelis Tarjih dan Tajdid Kabupaten Klaten di Karangnongko Klaten Jumat ( 21/2/2025 ) mengangkat Tema Jahiliyah dalam Al-Qur’an. Ustadz Muhammad Sobri, Lc. MH menyampaikan bahwa Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bertakwa, dan jangan sampai mati diluar Islam. Nasehat ini mengutip salah satu ayat dalam al-Quran. Menurutnya, takwa adalah keluar dari sifat-sifat jahiliyah menuju hidayah, minazh zhulumati ilan nur. “Jahiliyah itu sendiri adalah suatu kondisi di mana manusia buta mata hatinya, tidak cerdas emosi dan spritualnya, jadi bukan bodoh secara intelektual.” katanya. Orang-orang arab ketika Nabi Muhammad SAW diutus kata Sobri mereka sudah cerdas, punya sistem dagang dan politik yang mapan, serta teknologi pengairan yang canggih. “Dalam Al-Quran lanjutnya setidaknya ada empat kali kata Jahiliyah disebutkan. “Pertama dalam QS. Ali Imran ayat 154 denga...

Sambutan Ketua PRM Tegalampel

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya. Website resmi Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegalampel ini kami hadirkan sebagai sarana informasi, dakwah, dan silaturahmi, sekaligus media transparansi gerakan Persyarikatan kepada warga Muhammadiyah dan masyarakat luas. Melalui website ini, kami berharap nilai-nilai Islam berkemajuan dapat tersampaikan dengan baik, serta menjadi wadah sinergi dalam membangun umat, mencerahkan kehidupan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Tegalampel. Akhir kata, kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mendukung dan berpartisipasi aktif dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. Semoga Allah SWT senantiasa meridai setiap langkah dan ikhtiar kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tegalampel

Profil Singkat PRM Tegalampel

 Persyarikatan Muhammadiyah didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh seorang ulama dan pembaharu Islam, Kiai Haji Ahmad Dahlan . Berdirinya Muhammadiyah dilatarbelakangi oleh keprihatinan K.H. Ahmad Dahlan terhadap kondisi umat Islam pada masa itu yang masih tertinggal dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemahaman ajaran Islam, serta maraknya praktik keagamaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan semangat tajdid (pembaruan), K.H. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang bertujuan memurnikan ajaran Islam sekaligus memajukan kehidupan umat melalui pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial. Sejak awal, Muhammadiyah menekankan pentingnya integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sebagai upaya mencetak generasi muslim yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Seiring berjalannya waktu, Muhammadiyah berkembang pesat dan menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, berperan aktif dalam perjuan...